Jombang, Beritaglobalnews.com — Komunitas Jamaahkuy menggelar kegiatan ngabuburit kreatif bertajuk pengembangan diri generasi muda di Aula Bung Tomo Jombang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama dan diskusi literasi digital ini diikuti sekitar 130 peserta dari kalangan pelajar dan anak muda.
Acara dimulai sejak sore hari dengan registrasi peserta yang disambut lantunan sholawat banjari. Setelah itu, para peserta diarahkan untuk melaksanakan salat Asar secara bergantian sebelum mengikuti rangkaian kegiatan utama.
Ruang Belajar Anak Muda
Leader Jamaahkuy, Muhammad Faiz Al Ihsan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda ngabuburit biasa, tetapi juga menjadi ruang pertemuan generasi muda yang ingin berkembang di era digital.
“Hari ini kalian tidak hanya datang ke sebuah acara, tetapi sudah memasuki lingkungan baru lingkungan anak muda yang saling menguatkan untuk belajar dan berkembang di dunia digital,” ujarnya dalam sambutan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari LazuQ yang diwakili oleh Maulana Ziaulhaq. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa Jombang dikenal sebagai kota santri yang telah melahirkan banyak tokoh penting.
“Jombang dikenal sebagai kota yang melahirkan banyak generasi berakhlak dan berprestasi. Karena itu, generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan tradisi tersebut,” ungkapnya.
Belajar Digital Marketing hingga Content Creation
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan keterampilan digital, mulai dari kewirausahaan digital, public speaking, desain grafis, hingga content creation. Panitia juga memperkenalkan aplikasi kolaborasi digital bernama “Ruang Santri” sebagai wadah bagi generasi muda untuk berjejaring dan berkarya.
Pemateri pertama, Hilmy Al Fadel Nurindaputra, membagikan pengalaman mengenai peluang di dunia digital marketing.
Mahasiswa Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pernah mendapatkan kesempatan belajar di University of Malaya tersebut menekankan bahwa generasi muda Jombang memiliki potensi besar untuk bersaing di dunia digital.
Materi berikutnya disampaikan oleh influencer muda asal Jombang, Faiz Dwi Febrian, yang membahas peluang menjadi kreator konten di era media sosial.
Dakwah Kreatif Anak Muda
Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Muhammad Syifaa’ Agung Setyo Widodo, alumni Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng yang aktif di berbagai organisasi serta sedang merintis sejumlah startup.
Selanjutnya, Marchelino Bagus Al Ikrom dari Universitas Hasyim Asy’ari turut berbagi pengalaman mengenai pendekatan dakwah kreatif yang dekat dengan generasi muda.
Ditutup dengan Buka Puasa Bersama
Menjelang waktu berbuka, panitia menghidupkan suasana melalui permainan interaktif dan pembagian hadiah bagi peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi refleksi Ramadan.
Saat azan Magrib berkumandang, para peserta membatalkan puasa dengan takjil yang telah disiapkan panitia, dilanjutkan salat Magrib berjamaah dan makan bersama.
Melalui kegiatan ini, komunitas Jamaahkuy berharap dapat menghadirkan ruang pertemanan yang positif sekaligus mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang. (*Red)