Jombang, Beritaglobalnews.com — Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Jombang, Kamis (12/2/2026), untuk mengikuti Grebeg Apem, tradisi tahunan Megengan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat dalam menyongsong bulan penuh berkah.
Prosesi diawali dengan kirab gunungan apem dari Lapangan Pemerintah Kabupaten Jombang menuju Alun-Alun. Kirab diiringi peserta dari berbagai lembaga pendidikan, kelompok seni musik patrol, hingga marching band.
Suasana meriah namun tetap khidmat terasa sepanjang jalur kirab, menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat lintas usia dalam merawat tradisi warisan leluhur.
Sebanyak 17 tumpeng apem raksasa dihadirkan sebagai simbol 17 rakaat salat wajib dalam sehari semalam. Selain itu, sekitar 15.750 apem dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud sedekah dan simbol saling memaafkan, sekaligus pengingat pentingnya membersihkan hati sebelum memasuki Ramadhan.

Kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim dan doa bersama. Puncak acara ditandai dengan perebutan gunungan apem oleh masyarakat, tradisi yang sarat makna kebersamaan, harapan keberkahan, serta semangat berbagi rezeki.
Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa Grebeg Apem bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya merawat identitas budaya lokal dan memperkuat nilai spiritual masyarakat.
Tradisi Megengan diharapkan menjadi momentum refleksi diri, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kesiapan menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan, termasuk dalam penentuan awal ibadah puasa. Semangat toleransi dan kebersamaan menjadi pesan penting yang terus dijaga dalam kehidupan sosial masyarakat Jombang.
Tahun ini, Grebeg Apem turut membawa pesan kepedulian lingkungan melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Usai acara, masyarakat bersama-sama mengikuti aksi bersih-bersih kawasan alun-alun sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebersihan ruang publik.
Keterlibatan generasi muda menjadi perhatian khusus. Sekitar 4.000 pelajar dari 23 sekolah ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Partisipasi ini diharapkan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus memastikan tradisi tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Melalui Grebeg Apem, pemerintah daerah berharap tradisi lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan nilai religius, dan perekat harmoni sosial.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian lingkungan, serta kesadaran bahwa menyambut Ramadhan bukan sekadar pergantian waktu, melainkan momentum memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan.
Dengan semangat tersebut, Grebeg Apem Jombang diharapkan terus menjadi simbol harmoni antara budaya, spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat. (*Red)