Mojokerto, Beritaglobalnews.com — Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PKS, H. Imam Sutarso, S.E., melaksanakan kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) Tahap III Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di Kantor DPD PKS Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
H. Imam Sutarso yang akrab disapa Abah Imam melakukan kunjungan konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Puri, Sooko, dan Trowulan. Dalam sambutannya, Abah Imam menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi, keluhan, dan harapan warga di daerah pemilihannya.
“Reses ini sangat penting untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, sehingga apa yang menjadi kebutuhan warga bisa diperjuangkan melalui lembaga DPRD,” ujar Abah Imam.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Imam juga menyampaikan informasi terkait arah kebijakan pembangunan Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Gus Barra dan Rizal Oktavian. Salah satu rencana strategis yang sedang dimatangkan adalah pemindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah Kabupaten, tepatnya di kawasan Mojosari, sekitar GOR Gajah Mada, Desa Jotangan.
Menurutnya, lokasi tersebut dinilai strategis dan memiliki potensi besar untuk pengembangan pusat pemerintahan. Targetnya, proses pemindahan ibu kota kabupaten akan dimulai pada tahun 2026 dan diharapkan dapat mulai ditempati pada tahun 2027.
Abah Imam menambahkan, Bupati Mojokerto Gus Barra juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Selain membahas pemindahan ibu kota, Abah Imam turut menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Mojokerto, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia mencontohkan kawasan Trowulan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi, yang dinilai mampu menjadi ikon pariwisata kelas nasional hingga internasional seperti halnya kawasan Bromo.
“Potensi Kabupaten Mojokerto tidak kalah dengan daerah lain. Trowulan memiliki kekuatan sejarah yang luar biasa. Ke depan, PPST bisa dijadikan pusat oleh-oleh khas Kabupaten Mojokerto dengan pengelolaan yang terintegrasi, termasuk peralihan fokus dari Dinas Perdagangan ke Dinas Pariwisata,” ungkapnya.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh pengurus DPD, DPC PKS, serta para konstituen dari Dapil 3. Acara berlangsung dengan suasana dialogis, di mana masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan langsung kepada wakil rakyatnya. (*Red)